Rabu, 01 Oktober 2014

8 Cara Agar Lebih Kreatif dan Produktif



Ketika rekan kerja anda setiap hari menikmati secangkir kopi bersama-sama di ruang istirahat, anda bahkan tidak memiliki waktu sedikitpun untuk menelepon dokter anda. Ketika mereka sedang menikmati makan siang mereka, sementara anda harus bergegas makan di meja kerja anda. Terdengar sangat akrab di telinga anda? Berita bagusnya: Perbedaan yang mencolok ini tidak berarti bahwa anda memiliki beban kerja yang lebih berat atau anda adalah seorang pekerja keras. Tetapi, dapat berarti bahwa mereka telah menguasai keahlian menghemat waktu dan juga memiliki kebiasaan yang tidak anda miliki – sampai sekarang. Dengan memprioritaskan beban kerja anda dengan mempelajari project mana yang tidak harus sempurna, bacalah dan temukanlah delapan kebiasaan tempat kerja yang akan meningkatkan produktifitas dan menekan tingkat stress anda.

1. Mereka membuat istirahat sebagai sebuah jadwal.
Banyak orang berpikir bahwa bekerja secara terus menerus berarti produktif, tetapi kecuali ketika otak anda sedang bekerja pada tingkat yang maksimal, anda tidak melakukan pekerjaan sebanyak yang anda pikirkan. “[Beristirahat] seperti menekan tombol ulang. Istirahat membantu anda untuk mengosongkan ‘keruwetan otak’ sesaat sehingga anda memiliki ruang untuk mengisinya kembali,” kata Christine Hohlbaum, pengarang dari Kekuatan Lambat: 101 Cara untuk Menghemat Waktu di Dunia kita yang Berjalan 24/7 [24 jam per hari, 7 hari per minggu].

Pertama-tama dan yang penting, dia meyarankan untuk makan siang setiap hari – dan tinggalkan meja kerja anda. “Ketika anda ‘makan sambil bekerja,’ hal tersebut tidaklah efisien. Pada beberapa titik anda akan hilang konsentrasi,” katanya. Pada akhirnya, makan sambil bekerja akan membuat anda rugi dalam dua hal: anda tidak mampu berkonsentrasi pada makanan anda – anda mungkin akan makan berlebihan – dan anda juga tidak dapat berkonsentrasi penuh pada kerjaan anda. Sebagai tambahan atas istirahat makan siang, Hohlbaum juga menyarankan untuk mengalokasikan waktu untuk istirahat lainnya. Dia merekomendasikan untuk istirahat lima menit pada pagi hari, sebelum bekerja, dan setidaknya 10-15 menit istirahat pada sore lain. Anda dapat berdiri dari kursi anda dan berjalan sebentar, membaca buku atau hanya memandang keluar dari jendela dengan ditemani oleh secangkir teh, hal ini akan dapat membantu anda bersemangat lagi dan memperbaiki produktivitas anda.

“Sangat penting untuk beristirahat karena tanpa itu, otak anda akan mencapai titik jenuh,” kata Hohlbaum, sembari menjelaskan bahwa ketika otak mencapai titik jenuh, kita akan sangat sulit untuk berkonsentrasi bahkan ketika menghadapi tugas yang gampang. ”Pada titik jenuh tersebut, anda perlu menjauh dari komputer anda dan beristirahat.”

2. Mereka memulai hari mereka dengan benar
Menurut penelitian baru-baru ini di Universitas Ohio, jika karyawan berada pada kondisi mental yang buruk ketika mereka tiba di tempat kerja – apakah karena masalah keluarga atau kondisi jalan yang stress – hal ini dapat mengurangi produktivitas harian mereka sebanyak 10%. Dengan demikian, hanya ketika anda tiba di kantor dengan mental yang bagus (dan siapa yang tidak?), mulailah hari anda dengan 5 hingga 10 menit untuk meredakan diri anda. “Ciptakanlah ritual. Mungkin bertemu dengan rekan kerja anda di kantin atau berkeliling kantor dan menyapa rekan-rekan kerja anda. Tidak masalah apapun yang anda kerjakan, sepanjang anda berusaha untuk meningkatkan koneksi dengan rekan-rekan kerja anda.” Kata Holhbaum. “Berkeliling dan menyapa rekan kerja anda memberikan anda rasa fokus. Ketika anda merasa anda adalah bagian dari upaya yang lebih besar, anda akan merasa lebih terhubung dan dapat membuat perubahan dalam dunia ini.” Berfokus ulang pada pikiran anda untuk memulai hari anda juga akan menciptakan rasa tenang, membantu anda untuk melupakan hal yang stress sehingga anda akan mulai dari nol lagi untuk hari tersebut. “Jika kita dapat memulai hari kita dengan terfokus, kita dapat memiliki periode toleransi yang lebih panjang sebelum kita keluar jalur,” kata Holhbaum.

3. Mereka memilih makanan yang menyehatkan.
Anda adalah apa yang anda makan, dan makan siang yang berat seringkali akan membuat anda merasa lesu sepanjang sore. “Pikirkanlah apa yang anda harus makan untuk makan siang anda. Jika anda sering merasa lesu pada siang hari jam 2, dan memerlukan cemilan untuk bersemangat kembali, mungkin anda harus mencoba salad atau sesuatu yang lebih ringan sehingga anda tidak akan lesu,” demikian disarankan oleh Hohlbaum. Kuncinya adalah mempertahankan kadar gula anda pada tingkat yang stabil sepanjang hari, menurut Kari Kooi, RD, ahli gizi perusahaan pada Rumah Sakit Methodist di Houston, juga merekomendasikan tiga jenis makanan ringan dan dua snack pada interval tertentu.”Makan siang yang berat, terutama yang banyak mengandung terlalu banyak daging, akan membuat anda merasa lesu karena diperlukan energi yang lebih banyak untuk mencernanya. Seluruh energi dipusatkan ke perut, bukan ke otak,” kata Kooi. “[Makan siang berkualitas] terdiri dari makanan yang kaya serat karbohidrat, seperti sayur-sayuran kaya air, protein, seperti ayam atau ikan,” katanya. Dan apa yang disarankan oleh Kooi untuk dihindari? “Makanan yang diproses, seperti makanan beku dari supermarket, tidak akan memberikan energi yang cukup yang anda perlukan. Makanan yang semakin sedikit diproses akan semakin baik, ketika kita berbicara tentang meningkatkan tingkat energi.” Ketika anda mencapai kelesuan, Kooi menyarankan untuk makan makanan berprotein seperti kacang-kacangan dan buah-buahan daripada makan pretzel, kue atau permen, yang akhirnya akan membuat gula darah anda meningkat tajam dan kemudian merosot, sehingga akan membuat anda semakin lapar, demikian Kooi menyarankan.

4. Mereka memiliki daftar kerja yang fleksibel.
Membuat daftar kerja setiap hari adalah cara yang sangat bagus untuk menyelesaikan pekerjaan anda. Akan tetapi, ada satu kelemahan – daftar kerja dapat membuat anda tidak fleksibel. “Banyak orang merasa hari mereka kacau jika mereka harus merubah rencana mereka, tetapi orang yang paling efektif mengerti bahwa itu adalah bagian dari pekerjaan mereka,” kata Vicki Milazzo, pengarang dari Wicked Success Is Inside Every Woman (Sukses Fantastis Berada dalam Diri setiap Wanita). “Saya selalu memulai diri saya dengan sebuah rencana, tetapi pada jam 9 pagi, semua rencana saya akan berubah.” Akan tetapi, menurut Paula Rizzo, seorang pembuat daftar professional dan pendiri dari ListProducer.com, sangatlah penting untuk membuat daftar yang harus dikerjakan, meski bagaimanapun rencana anda akan berunah. Sebagai contohnya, Rizzo memulai harinya dengan sebuah daftar utama, yang akan secara terus menerus dia ubah sepanjang hari untuk mencatat apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan atau untuk menambah daftar tugas. Sebelum pergi kerja, Rizzo akan membuat daftar baru untuk keesokan harinya. Kuncinya, katanya, mencatat daftar perubahan sepanjang hari untuk tetap menjaga dirinya berada dalam jalur. “Hanya dengan sedikit ekstra kerja akan membuat anda berada dalam jalurnya.”

5. Mereka menggunakan teknologi dengan tepat.
Dalam dunia masa kini dengan akses tanpa henti, sangatlah sulit untuk melepaskan diri pada teknologi yang digunakan. Ketika mustahil untuk menghindarinya, anda dapat mendisiplinkan diri anda pada berapa jam yang anda dapat habiskan untuk menelusuri situs internet. Tetapkan jam tertentu, katakanlah 15 menit setelah makan siang, untuk menelusuri situs jejaringan sosial anda atau situs favorite anda – dan taatilah. Atau cobalah sesuatu seperti situs blocker Google Chrome, yang mengizinkan anda untuk membuat batasan atas waktu browsing anda dengan cara memblock laman favorite anda atau membatasi waktu waktu tertentu dimana anda dapat membukanya. Sebagai tambahan dari menelusuri situs internet, sangatlah penting juga untuk mengamati kebiasaan email anda. Apakah anda mengizinkan diri anda 15 hingga 30 menit setiap hari untuk memeriksa email pribadi anda, ataukah anda memeriksa email anda pada waktu singkat diantara setiap tugas. Holhbaum berkata kuncinya adalah sadar akan waktu yang anda habiskan untuk memeriksa email yang tidak berhubungan dengan pekerjaan anda. “Buatlah batasan yang jelas antara apa yang bersifat pribadi dan apa yang merupakan pekerjaan. Jika mengecek email pribadi merupakan selingan untuk keluar sebentar dari pekerjaan anda, hal tersebut tidaklah masalah. Tetapi anda harus jelas dan sadar atas apa yang anda kerjakan. “Bahkan email yang berhubungan dengan pekerjaan juga dapat menjadi sebuah gangguan jika tidak ditangani secara benar. Tanyalah pada diri anda sendiri, apakah email adalah metode terbaik untuk berkomunikasi, atau alangkah lebih baik jika anda langsung menelepon orang yang bersangkutan.” Mengirimkan 100 email tidak selalu menjadi yang paling produktif. Dan kita tahu, email akan melahirkan email lainnya. Mereka seperti kelinci kecil,” gurau Hohlbaum. “Jika itu adalah komunikasi satu arah, sebagai contohnya memforward jadwal perjalanan tiket pesawat, yang mana anda tidak memerlukan jawaban. Akan tetapi jika anda memerlukan penjabaran atau anda ingin orang tersebut segera menjawab email anda, teleponlah,” katanya.

6. Mereka menyeimbangkan beban kerja mereka.
Tugas yang berbeda memerlukan tingkat konsentrasi yang berbeda, yang mana anda dapat pergunakan untuk keuntungan anda. Mulailah dengan mengidentifikasi – dan menempatkan – tugas anda dalam kategori: tugas ringan dan tugas berat. Tugas ringan adalah kecil, dapat diatur seperti mengatasi email, telefon dan tugas organisasi yang kecil. Tugas berat adalah tugas yang memerlukan periode konsentrasi yang panjang, seperti tugas managemen, membuat presentasi menulis atau mengedit. “Tugas rutin yang beragam seperti halnya rumput liat di kebun anda; kita semua memilikinya, dan tidak perduli seberapa sering anda berusaha untuk memotong rumput liar tersebut, mereka tidak pernah akan habis,” kata Milazzo. “Akan tetapi mereka perlu ditangani, dan menghilangkan beberapa rumput liat dapat memberikan waktu istirahat dari pekerjaan yang berat.” Milazzo menyarankan untuk membagi sesi panjang dari tugas berat dengan interval 15-30 menit untuk mengerjakan tugas ringan. Dengan cara ini, anda akan menyelesaikan beragam tugas tanpa mengabaikan salah satu jenis pekerjaan.

7. Mereka menempatkan kesempurnaan pada tempatnya.
Ketika kita sejak taman kanak-kanak telah ditekankan untuk memberikan hasil tugas yang sempurna, perilaku semacam ini dapat menjadi sebuah hal yang kontraproduktif jika tidak ditangani dengan benar. Sangatlah penting untuk memilih medan tempur anda. “Wanita, secara alami, memiliki sifat sempurna,” kata Milazzo. “Maka kita perlu untuk memilah apa yang memerlukan kesempurnaan,” katanya. Tentu saja, anda ingin memberikan yang terbaik dalam segala situasi, tetapi jika anda terjebak pada masalah waktu, buatlah prioritas. Contohnya, jika anda menulis memo internal atau email kepada rekan kerja, reviewlah dengan cepat, periksa ejaan anda, tetapi jangan membacanya berulang ulang hingga tiga kali. Dan jika anda sedang membuat brosur untuk perusahaan anda atau membuat presentasi penting, maka itulah saatnya bagi anda untuk memberikan semua sifat kesempurnaan anda untuk digunakan.

8. Mereka tahu bagaimana berkata “tidak”
Sangatlah mudah untuk terganggu atau kewalahan di tempat kerja. Tetapi salah satu rahasia sukses dari orang-orang yang produktif adalah mereka belajar kapan dan bagaimana berkata “tidak.” Untuk pemula, berkata “tidak” kepada para pengeluh, atau orang-orang yang mengganggu. Salah satu cara untuk melakukannya, menurut Rizzo, adalah dengan memakai headphone. “Ini akan mengirimkan pesan bahwa anda sibuk disamping juga akan mengurangi suara-suara berisik,” katanya. Ketika anda harus berkata “tidak” kepada atasan anda, lakukan dengan ringan tetapi tegas. Anda tidak harus memberikan segudang alasan, tetapi mintalah atasan anda untuk memberikan prioritas apa yang paling penting dalam segala tugas anda.”Ketika karyawan melakukannya, atasan biasanya akan kembali berpikir dan mengerti,” kata Milazzo. “Anda tidak ingin membuat atasan anda menjadi musuh anda, anda ingin atasan anda mengerti anda siap untuk perusahaan anda, dan anda siap untuk melakukan yang terbaik bagi mereka. Jika mereka mengerti, mereka akan mendengarkan anda.”

Jumat, 26 September 2014

Kiat Mengatasi Amarah





Diriwayatkan dari Abu Hurairahbahwasanya ada seseorang berkata kepada Nabi Saw. “Berilah saya nasihat.” Kemudian beliau bersabda, “Janganlah marah.” Orang itu terus mengulang-ulang permintaannya dan beliau tetap menjawab, “Janganlah marah.” (HR. Bukhari).
Jika kita ingin menjadi orang mulia, maka kendalikanlah amarah. Kita ingin menjadi ahli surga, salah satu kuncinya adalah mengendalikan amarah. Jika kita adalah seorang pemimpin, maka janganlah kita mudah marah. Seseorang yang mudah mengumbar amarah, akan semakin jauh dari keberhasilan.
Seorang suami pemarah akan merusak suasana rumah tangganya. Istri akan merasa tertekan dan anak-anak pun akan menjadi korban. Mereka bahkan bisa depresi karena suasana yang tidak nyaman di rumahnya, tempat yang seharusnya menjadi tempat paling aman dan nyaman bagi mereka. Apalagi yang biasanya menjadi target pelampiasan kemarahan seorang suami adalah istri dan anak-anaknya. Jika seorang suami bersikap demikian, maka sesungguhnya ia sudah berbuat dhalim dalam mengemban amanah sebagai pemimpin keluarga.
Rasulullah Saw bukanlah seorang pemarah. Beliau adalah pribadi yang sangat dicintai keluarganya, sahabat-sahabatnya, dan umatnya karena keluhuran akhlaknya. Rasulullah Saw adalah pribadi yang penuh kelembutan dan kasih sayang. Hubungan beliau dengan sesama dijalin atas dasar keimanan. Setiap masalah selalu diselesaikan dengan cara-cara terbaik. Beliau mendahulukan kebijaksanaan, bukan kemarahan.
Seorang pedagang yang emosional akan ditinggalkan pembeli dan banyak rugi karena keputusan bisnis diambil dalam keadaan penuh emosi, tanpa menggunakan logika sehat. Jika demikian, saat terjadi suatu kesalahan, maka dia akan mencari kambing hitam. Dia akan menyalahkan orang lain atas kesalahan yang dilakukannya sendiri.
Seorang pemimpin yang ingin menjalin hubungan sinergis dan harmonis dengan masyarakat yang dipimpinnya, perlu memiliki kemampuan dan kemauan mengendalikan potensi amarahnya. Seorang anak yang ingin sukses dalam pendidikan dan ingin disayangi oleh kedua orang tuanya, ia pun perlu memiliki keterampilan untuk terbiasa tidak mudah mengumbar amarah.

Cara Mengendalikan Amarah
Pertama, andaipun harus marah, maka marahlah dengan cara sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw.. Yaitu, marah yang benar, tegas dan santun. Insya Allah, marah dengan cara yang demikian akan memberikan jalan keluar terhadap permasalahan yang tengah dihadapi.
Kedua, bersikaplah tawadlu dan jangan banyak keinginan. Karena di saat kita banyak keinginan, maka akan banyak sekali kemungkinan-kemungkinan kita akan merasakan kekecewaan yang berlanjut kepada kemarahan. Yaitu, saat keinginan-keinginan kita itu tidak terpenuhi.
Bukan berarti tidak boleh memiliki keinginan. Melainkan maksudnya adalah bahwa kita harus selalu siap menghadapi segala kemungkinan. Karena tidak setiap keinginan kita akan terwujud. Semakin ingin dihargai, dihormati, dipuji, dikagumi, diberi balas budi, akan semakin sering sakit hati dan ngambek.
Ketiga, ucapkanlah, “`A’udzubillahi minasy syaithaanirrahjiim” (Aku berlindung kepada Allah, dari godaan syaitan yang terkutuk.). Karena kemarahan itu adalah bentuk hasutan syaitan.
Sulaiman Ibnu Sard RA. meriwayatkan, “Pernah dua orang yang saling mencerca satu sama lain di hadapan Rasulullah Saw.. Sementara itu, kami sedang duduk di sisi beliau. Salah seorang dari mereka menghina yang lainnya dengan diiringi kemarahan, hingga merah mukanya. Maka, Rasulullah Saw. bersabda,
“Aku mengetahui suatu kalimat yang jika diucapkan olehnya (orang yang sedang marah), maka akan hilang kemarahannya. Hendaklah dia berkata, “A’udzubillahi minasy syaithanir rajim (Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk).” (HR. Bukhari Muslim)
Keempat, diamlah sejenak. Jangan bereaksi dahulu ketika amarah terasa bergejolak. Karena akhlaq itu adalah respon spontan. Sebagai contoh, saat kita keluar dari masjid dan kita mendapati sandal kita raib dari tempatnya, ada orang yang secara spontan langsung mengungkapkan kejengkelan dan kemarahannya bahkan dengan kata-kata yang tidak baik.
Lebih baik diam sejenak sembari berpikir, ah barangkali sandalnya tertukar. Atau, oh barangkali sandalnya sedang dipinjam sebentar oleh seseorang yang tidak sempat memohon izin karena mendesak dan tidak tahu siapa pemiliki sandal itu. Atau,  oh barangkali sandalnya memang hilang ber­arti tanda akan punya sandal baru. Toh, tidak mungkin jika hal kehilangan itu menyebabkan dirinya jadi tidak punya sandal seumur hidupnya.
Rasulullah Saw. bersabda, “Apabila di antara kalian marah maka diamlah.” Baginda Saw. ucapkan sebanyak tiga kali.” (HR. Ahmad)
Kelima, sesuai dengan sunnah Rasulullah Saw., apabila kita sedang dalam keadaan marah yang tidak juga bisa reda dengan sikap diam, maka apabila keadaan kita sedang berdiri, duduklah. Jika dengan duduk masih juga belum bisa reda, maka berbaringlah. Tentu saja bukan berarti harus berbaring di sembarang tempat. Maksudnya adalah, ketika amarah ma­sih belum juga reda, carilah situasi yang lebih bisa me­nenangkan dan menentramkan hati.
Rasulullah Saw. bersabda, “Jika salah seorang kalian marah dan dia dalam keadaan berdiri, maka hendaklah duduk. Jika masih belum reda marahnya, maka hendaklah berbaring.” (HR. Ahmad).
Hal ini karena marah dalam keadaan berdiri lebih besar kemungkinannya untuk melakukan keburukan dan kerusakan daripada dalam keadaan duduk. Sedangkan berbaring lebih jauh aman daripada duduk dan berdiri.
Keenam, ambillah wudhu. Air wudhu insya Allah akan menentramkan hati yang panas dibakar amarah.
Rasulullah Saw. bersabda,  “Sesungguhnya, kemarahan itu berasal dari syaitan. Dan syaitan  tercipta dari api. Dan sesungguhnya, api itu dapat dipadamkan dengan air. Jika salah seorang diantara kalian marah, maka berwudhulah.”  (HR. Ahmad dan Abu Daud).
sumber klik disini 

Selasa, 23 September 2014

Basa Sunda Ulah éléh gesek


Urang Sunda bral geura hudang. Lamun nyaritakeun ngeunaan urang Sunda tangtu moal leupas tina  salah sahiji unsur budayana nyaéta basa Sunda. Naon cenah pangna bet basa Sunda. Sabab kiwari basa Sunda téh geus dipikahariwang bakal musna ku para inohong Ki Sunda. Hal éta dikaitkeun jeung kaayaan dina jaman globalisasi ayeuna. Ieu jaman globalisasi téh ngabalukarkeun budaya lokal geus loba pagilinggisikna jeung budaya deungeun nu datangna mahabu. Ogé basa Sunda sabagé basa indung penting pisan sabab mangrupakeun bénténg budaya lokal nu mampuh ngarekam unsur-unsur séjéna.  Hanjakal hususna masarakat Sunda nu moderen leuwih niténan basa asing tibatan niténan basa Sunda sorangan. Nu ceuk anggapana mah basa Sunda téh kuno jeung kohot. Padahal cik kumaha lamun dina hiji waktu basa sunda téh direbut ku batur? naha urang rek cul kitu baé.
Urang salaku urang sunda kudu boga rasa sukur jeung bagja sabab urang dipaprin basa nu sakitu luhur nilaina. Dina paribasa Sunda ogé disebutkeun yén basa téh ciciren bangsa, lamun leungit basana, leungit oge bangsana. Tuh, pan geus eces jeung jéntré kitu éta paribasa teh. Saumpamana basa Sunda leungit tangtu urang Sunda ge bakal leungit. Sabab rek disebut urang Sunda kumaha ari basa nu dipake lain basa sunda.

Basa Sunda oge boga peranan janten salah sahiji budaya Indonesia nu kawentar di nagari batur. Budaya nu dipilikan ku Indonesianagari urang. Sabab éta urang kudu ngalestarikeun bahasa Sunda. Sangkan teu di parebutkeun ku nagara lian nu mikahayang bahasa Sunda. Ngalestarikeun teh umpamana ngagunakeun bahasa Sunda di kahirupan sapopoé. Urang ogé kudu diajar nulis karangan ku basa Sunda.Nu ceuk pamanggih Profesor Mikihiro ti Jepang, basa Sunda ngurangan téh sabab ayana globalisasi internet. Intina Basa Sunda ulah éléh ku ayana globalisasi, ulah rék ngantep diri masrahkeun satemenna ka globalisasi.

Kamajuan teknologi nu aya kudu bisa di mangpaatkeun sahadé-hadéna hususna dina ngagunakeun basa Sunda. Saumpamana urang bisa ngagunakeun basa Sunda di internet boh dina jejaring social (twitter, feacebook, path, jsb), blogger, atanapi porum-porum nu sejen. Pangna kitu deui dina ngagunakeun basa Sunda téh kudu hadé basa, sabab pan Basa Sunda ngabogaan undak usuk basa, nyaéta tingkatan tina babasaan. Ka jalama nu langkung luhur ti urang ngagunakeun basa lemes. Tiasa oge upami saentragan mah ngagunakeun basa loma. Najan kitu urang ulah kagok, najan di Tatar Sunda the aya sababaraha logat/dialek Basa Sunda. Numana bae logatna da sami keneh Basa Sunda. Saperti kieu paribasana mah:
Reueusna dialék basa Sunda wewengkon; #Banten anu teugeug, #Pakuan anu heuras, #Priangananu halimpu, #Pakidulan anu ngaleu… #BasaIndung -@NonomanSunda-
Sabab kitu prak ti ayeuna urang ulah rerengkogan deui ngagunakeun basa Sunda utamina dina kahirupan sapopoé atawa di dunia maya. Kudu bangga jeung yakin Basa Sunda teh ajeg panceg.  Sabab sakali Sunda tetep Sunda. Sunda nu geus ngancik na diri nyukma na raga. Sunda nu salawasna.

urang+sunda

Senin, 22 September 2014

Pentingnya Membangun Bangsa Dari Keluarga




Keluarga merupakan institusi paling tua dan paling dasar dari semua institusi manusia. Dari keluarga budaya seseorang terbentuk. Dari keluarga juga seseorang terlahir dan tumbuh dengan karakternya. Seiring dengan waktu, sebuah pemerintahan sering berganti dan hilang. Namun demikian keluarga disana tetap bertahan. Keluarga telah bertahan selama jutaan tahun, unit keluarga merupakan sarana paling efektif dalam membuat peraturan dan kesinambungan sosial. Unsur-unsur didalam keluarga sangatlah berarti dalam membentuk kehidupan berkeluarga.

Keluarga besar terbentuk dari adanya keluarga kecil. Bersatunya kedua insan manusia dalam satu ikatan pernikahan suci telah melahirkan sebuah keluarga kecil itu, lengkap dengan buah dari pernikahannya. Dalam membentuk buah pernikahan itu menjadi sosok idaman keluarga dan masyarakat, tentu membutuhkan lingkungan pendukungnya. Keluarga kecil dan bahagia merupakan idaman bagi setiap manusia. Karena kebahagiaan keluarga kecil nantinya akan membentuk kebahagian keluarga besar . Pertanyaan yang sering muncul dari benak keluarga baru adalah bagaimana membentuk keluarga kecil bahagia tersebut.

Dalam mewujudkan hal itu tentu tidak semudah mengatakan dan mengira. Banyak kerikil-kerikil kecil dan beragam rintangan dalam setiap langkah perjalanannya. Keserasian dua insan manusia itu sebagai orang tua harus terus terbangun dengan baik. Tanpanya, keluarga kecil bahagia hanyalah mimpi. Selain itu buah pernikahan mereka akan menjadi korban nyata dan berkelanjutan jika kedua insan itu tidak mampu menjalankan bahtera kehidupan keluarga kecilnya.

Peran kedua Orangtua dalam membangun karakter keluarga sangat penting. Mereka berhak menentukan lingkungan pendidikan bagi keluarganya. Lingkungan itu adalah cerminan masyarakat yang akan terbentuk.  Lingkungan keluarga positif tentu akan menghasilkan masyarakat harmonis.  Jika tidak, tentu akan sebaliknya. Oleh karena itu keluarga berperan penting dalam keberlangsungan bangsa. Jadi, membangun bangsa diawali dari membangun keluarga yang baik. Keluarga sehat, rakyat sejahtera ,bangsa berjaya. (Kang Agung)

7 Julukan Garut yang Mendunia




Garut memang dianugrahi alam nan indah dan masyarakatnya yang someah hade ka semah (ramah tamah terhadap tamu). Tidak heran sejak jaman dahulu berbagai gelar sanjungan untuk Garut diberikan. Mulai dari Garut Kota Intan oleh Presiden RI Soekarno. Garut Pangirutan, Garut Kota Dodol hingga Garut Swiss Van Java oleh komedian Charli Chaplin. Berikut terdapat 7 julukan terpopuler untuk Garut;



1. Garut Swiss van Java
13609289271564999288
Julukan ‘Garut Swiss van Java’ atau Swissnya Jawa mulai popular sekitar awal abad ke-20. Saat itu, Garut dikenal sebagai tujuan wisata yang paling menarik di dunia. Banyak orang besar datang ke Garut untuk berlibur. Hotel-hotel mewah didirikan, tempat-tempat wisata dikelola dan dikembangkan dengan baik. Buku-buku petunjung (guide) perjalanan dicetak dengan mewah dan agen-agen traveling giat mempromosikan usahanya. Didepan statsion Garut, juga didirikan “Tourist Bureau” untuk melayani para pelancong. Garut juga memiliki panorama alam yang keindahannya tak kalah mengagumkan. Pemandangan pegunungan terhampar luas di Garut. Udaranya sejuk, serta suasana kota yang asri semakin menambah kenyamanan Kota ini. Garut yang permai, digambarkan dalam Encyclopedie van Nederlands-Indie (Ensiklopedia Hindia-Belanda) terbitan tahun 1917.
… Garut adalah salah satu tempat terindah di Jawa dengan iklim nyaman (tinggi 700m) dengan lingkungan yang sangat indah, tempat pesiar yang sangat disukai orang Batavia yang banyak datang di musim kemarau. Menikmati wisata ke Cikuray, Papandayan, Talaga Bodas, Danau Bagendit, dan sebagainya. Garut banyak juga dikunjungi orang asing.
2. Mooi Garoet
13609290371101703451
Mooi Garoet atau Garoet Mooi, adalah ungkapan kekaguman, seperti halnya Mooi Indie. Apa yang patut dikagumi dari Garut ?. Mooi Garoet berarti Garut yang Elok. Ini adalah pujian klasik zaman kolonial pada kepermaian alam tanah jajahannya. Bukan hanya karena tanahnya yang subur, tetapi juga pada panoramanya yang indah. Garut, merupakan salah satu daerah yang dianggap layak untuk menadapat pujian itu, karena keindahan alamnya bukan alang kepalang.
3. Garut Pangirutan
13609291211926423360
Lahirnya Idiom Garut Pangirutan memang bukan basa-basi. Banyak selebritis Dunia sengaja datang ke Garut untuk plesiran. Diantaranya Charlie Chaplin, artis film bisu dari Hollywood yang saat itu sangat mashur. Charlie Chaplin berkunjung ke Garut pada tahun 1928. Karena didatangi banyak turis, Garut menjadi tempat pertemuan orang-orang dari berbagai benua. Suasana seperti ini direkam oleh S. Ahmad Abdullah Assegaf dalam novel Fatat Garut (Gadis Garut) yang terbit pada tahun 1979 dalam bahasa Arab. Memasuki jaman revolusi, Kota Garut ,mengalami banyak kehancuran. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengembalikan pariwisata Garut seperti dulu. Tapi, masa-masa Garut Pangirutan belum tertandingi hingga saat ini.
4. Garut ‘Kota Intan’
1360929191367638713
Berbagai penderitaan akibat perang sedikit terobati ketika pada tanggal 8 Desember 1960 Presiden Soekarno berkunjung ke Garut. Saat itu Garut dipimpin oleh Bupati Gahara Widjajasoeria. Pada kunjungannya itu, Soekarno merestui Kota Garut diujuluki sebagai ‘Kota Intan’. Julukan itu bukan tanpa alasan, karena Kota Garut saat itu sangat bersih dan asri, bahkan termasuk kota terbersih di Indonesia. Itulah buah dari kepemimpinan Bupati Gahara yang secara telaten menjaga kebersihan kota, sehingga masyarakat iktu terpanggil dan sering melakukan kerja bakti tanpa harus diperintah. ‘KOTA INTAN’ dapat diartikan Kota Indah, Tertib, Aman, Nyaman.
5. Garut ‘Gurilaps’
136092930871346682
Garut sejak dahulu dikenal memiliki banyak obejek wisata. Banyaknya tempat wisata di Garut, melahirkan julukan Garut ‘GURILAPS’ (basa Sunda – Gemerlap). Bisa dikatakan Garut memiliki objek wisata yang lengkap, dari wisata alami hingga wisata buatan. Mulai dari wisata Gunung, seperti Gunung Guntur, Cikuray, Papandayan dan Talaga Bodas. Wisata Rimba seperti Hutan Sancang. Wisata Laut dan Pantai seperti Santolo, Pameungpeuk, Rancabuaya, Sayangheulang dan lain sebagainya. Wisata Seni dan Budaya seperti Candi Cangkuang, Kampung Dukuh, Makam Godog, Adu Domba dan berbagai macam kesenian dan budaya Garut lainnya. Sehingga GURILAPS merupakan singkatan dari GUnung, RImba, LAut dan Pantai, Seni budaya. Selain itu tempat wisata lainnya yang popular antara lain Wisata Cipanas dan Darajat. Dimana disana terdapat sumber air panas alami.
6. Garut ‘Kota Dodol’
13609294991360615355
Siapa yang tidak mengenal ‘Dodol Garut’, cemilan manis dan legit ini merupakan makanan khas dari Garut. Kepopuleran Dodol Garut telah sampai ke Mancanegara. Jika datang ke Garut, dodol merupakan buah tangan yang wajib dibawa. Sejatinya dodol Garut banyak ragamnya. Ada dodol ketan, dodol kacang, dodol buah-buahan, ada pula angleng. Jika dodol ketan dan buah-buahan dibungkus dengan kertas minyak atau plastic, maka dodol angleng dan kacang dibungkus dengan daun jagung kering. Berbagai macam panganan dodol itu bisa ditemui di toko-toko atau penjual oleh-oleh khas Garut. Sehingga tidak salah jika Garut disebut sebagai Kota Dodol.
7. Garut ‘Kota Domba’
1360929400903955744
‘Domba Garut’ merupakan hewan khas Garut. Hewan ini dalam nama latin bernama ovis aries. Domba Garut merupakan campuran perkawinan dari domba local dengan domba jenis capstaad dari Afrika Selatan dan domba merino dari Autralia. Dari ketiga jenis domba itulah maka lahir varietas baru yang kemudian disebut Domba Garut. Penampilannya – dalam bahasa Sunda disbeut tagog -  begitu gagah dan penuh keberanian, namun tetap kalem dan berwibawa. Tidak heran jika Domba Garut lebih banyak dimanfaatkan untuk hobi atau domba adu, dari pada menjadi ternak peliharaan biasa. Harga domba Garut bisa mencapai ratusan juta rupiah.
,

Cantiknya Padang Savana Guntur



Pemandangan Guntur berbeda dengan gunung-gunung lainnya di Tatar Garut. Ini karena Gunung Guntur hanya ditumbuhi semak-semak dan padang ilalang. Jarang ditemukan pohon besar, hanya ada beberapa batang pohon pinus tumbuh saling berjauhan. Menjadikan Guntur sangat eksotis terlihat dari berbagai sudut Kota Garut. Biasanya saat pagi hari ketika cuaca sedang cerah Gunung Guntur terlihat sangat indah. Dari kejauhan Guntur terlihat hijau atau kemerahan. Panoramanya seolah memberikan enerji bagi yang memandangnya. Tidak heran banyak orang membidik momen terbaik Gunung Guntur.  Bahkan karena keindahannya pernah populer sebuah lagu “Malati di Gunung Guntur” (Melati di Gunung Guntur) oleh penyair Wahyu Wibisana dan digubah oleh seniman karawitan Mang Koko.

Selain itu bentuk lereng Guntur juga menjadi ciri khas dan daya tarik tersendiri. Lereng ini terbentuk akibat letusan dahsyat Gunung Guntur ratusan tahun lalu. Guntur memiliki ketinggian 2.249 meter diatas permukaan laut (mdpl) dan merupakan salah satu gunung api tertinggi di Garut. Di puncaknya, Guntur akan menyajikan pemandangan menakjubkan. Hamparan Tatar Kota Garut yang dikelilingi pegunungan lir ibarat sebuah mangkuk raksasa. Puncak Guntur juga menjadi magnet para pendaki untuk menikmati sunrise (matahari terbit) terbaik di Tatar Garut. Atau saat malam hari Kota Garut akan memancarkan kecantikannya seperti kunang-kunang saling berkedip. Namun ketika musim kemarau Guntur sangat mudah terbakar karena tanah yang tandus. Di Puncak Guntur juga terdapat kembang Edelwis berseling dengan padang savana. #GarutEndah

Kiat Mengatasi Hambatan Menulis


Langkah awal untuk menuju terampil menulis adalah mengatasi ”hambatan menulis”, yakni kondisi yang menyebabkan seseorang tidak (bisa) menulis. Dalam bahasa Inggris, hambatan menulis disebut Writer”s Block, Obstacle to Writing, dan Writing Anxiety.
”Malas” dan ”tidak menguasai topik” biasanya berada di urutan teratas daftar hambatan menulis. Tidak sempat (kendala waktu), bingung memulai, takut jelek, dan ”suka tidak fokus” adalah hambatan menulis lainnya.
Hambatan ”malas” dapat diatasi dengan memotivasi diri atau ”dipaksa”. Motivasi diri bisa dengan mengingat dan “menikmati” risiko menulis, seperti ”populeritas”, ada ”berkah” honor tulisan atau royalti, sehat (karena menulis itu menyehatkan jiwa-raga), “self branding” atau “self promotion” (meningkatkan citra diri), sharing (berbagi) wawasan atau ilmu (sedekah ilmu), dan niat terbaik… dakwah via tulisan (da’wah bil qolam/bil kitabah).
Hambatan lain adalah ”tidak punya ide”. Itu persepsi yang salah karena ide ada di mana-mana. Jika tidak tahu harus menulis apa, solusinya antara lain dengan ”Iqra’”, membaca, yakni dengan menermati peristiwa aktual, mengkritisinya, menanggapinya, dan tuliskan opini kita tentang peristiwa atau isu tersebut.
Soal waktu, semua orang memiliki waktu 24 jam per hari. Jadi, masalahnya hanya soal ”manajemen waktu”, yakni meluangkannya untuk menulis. Orang yang termotivasi untuk menulis akan meluangkan waktu untuk menulis, sesempit apa pun waktu yang teralokasikan itu.
Tidak menguasai topik adalah hambatan berikutnya. Kiranya, itu bukan lagi hambatan karena ada begitu banyak literatur, buku-buku, bahkan ”data online” di internet tinggal sekali klik.
Susah memulai adalah hambatan lainnya. Salah satu teknik mengatasinya adalah simpan tema secara tertulis (tidak disimpan dalam ingatan), lalu menuliskan judul sementara, membuat outline atau garis besar tulisan, dan melakukan ”nulis bebas” (Free Writing).
Free Writing adalah menyusun naskah awal atau naskah kasar (composing rough/first draft). Tekniknya, menuliskan saja apa yang ada di pikiran, yang ingin disampaikan, dan mengabaikan dulu akurasi ejaan, kata, kalimat, dan data. Yang penting, tuliskan! Setelah itu, tulis ulang, revisi, dan edit –perbaiki kata, ejaan, kalimat, dan sistematika tulisan berdasarkan outline yang sudah disusun sebelumnya.
“Bingung dari mana mulainya” juga termasuk hambatan menulis. Banyak penulis pemula mengalaminya. Salah satu solusinya, awali tulisan itu dengan menuliskan kata yang menjadi tema atau objek kajian. Misalnya, tema tentang “Bandung Kota Agamis” bisa diawali dengan “Bandung adalah kota….” atau ”Kota Agamis adalah….”.
Tulisan tentang keislaman lebih mudah lagi, yaitu awali dengan ta’rif (definisi), kutipan ayat Quran atau hadits, dilanjutkan dengan ”penafsiran” atau komentar penulis tentang definisi atau ayat/hadits tadi.
Hambatan lain, ”takut tulisan jelek”. Tidak ada tulisan jelek selama ide dan isi tulisannya orisinil hasil pemikiran penulis. Tulisan jelek hanyalah hasil plagiarisme (plagiat, mencontek karya tulis orang lain).
Jika menulis untuk dimuat di media massa, jangan khawatir, di media massa selalu ada editor yang bertugas menyeleksi dan memperbaiki (mengedit) naskah sebelum dimuat. Jadi, urusan bagus-tidaknya sebuah tulisan sebenarnya bukan urusan penulis, tapi itu urusan editor yang tugas utamanya menyeleksi dan memperbagus tulisan. Wallahu a’lam. (www.romeltea.com).*
Ditulis oleh : ASM Romli