Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Januari 2015

8 Cara Mengumpulkan Niat untuk Olahraga Tiap Pagi



Olahraga itu kebutuhan tubuh yang harus dipenuhi. Beberapa orang bisa dengan mudah mendisiplinkan diri untuk selalu bangun pagi, tetapi belum tentu ada niat untuk segera bangkit berolahraga karena bawaannya masih ingin malas-malasan. Ada beberapa cara untuk mengumpulkan niat tersebut. Beberapa cara mengumpulkan niat untuk berolahraga setelah bangun pagi seperti dikutip dari Carrotsandcake,

1. Siapkan mental

Sebelum beranjak tidur di malam hari, tanamkan dalam pikiran bahwa hal pertama yang akan dilakukan saat bangun pagi besok adalah olahraga. Memencet tombol snooze (tunda) pada alarm akan membuang-buang waktu latihan yang sangat berharga.

2. Jangan gagal di hari Senin

Setelah puas bermalas-malasan di akhir pekan, usahakan untuk mengawali sepekan berikutnya dengan tidak melakukan kesalahan di hari Senin. Keberhasilan untuk disiplin olahraga tiap Senin pagi bisa memberi momentum positif pada pagi-pagi di hari berikutnya.

3. Beli lampu tidur yang terang

Siklus tidur-bangun manusia sangat dipengaruhi oleh cahaya. Jika tempat tidur tidak dekat jendela, beli saja lampu tidur yang sangat terang dan langsung nyalakan begitu alarm bangun pagi sudah berbunyi agar niat untuk segera bangkit berolahraga bisa langsung didapat.

4. Suap dengan sesuatu yang menyenangkan

Dalam birokrasi, suap menyuap adalah kejahatan. Tetapi untuk mengumpulkan niat berolahraga setelah bangun pagi, jangan segan-segan menyuap diri sendiri dengna hal-hal menyenangkan seperti cemilan ringan atau secangkir teh hangat di pagi hari.

5. Fokus ke bagaimana rasanya

Selalu ada bedanya jika pada pagi hari tidak olahraga, dengan setelah olahraga. Ketika mulai malas bergerak, ingat-ingat saja bagaimana bugarnya tubuh ini tiap habis olahraga dan bagaimana lesunya kalau lupa tidak mengawali hari dengan aktivitas fisik.

6. Siapkan segalanya dengan baik

Niat untuk olahraga sering meredup karena kelamaan bersiap-siap. Agar tidak kehilangan momentum, siapkan berbahal hal pada malam sebelumnya seperti pemutar musik, sepatu olahraga, celama yang mau dipakai, botol minum dan lain-lain.

7. Rencanakan dengan baik

Bagin terpenting dari persiapan adalah perencanaan yang baik. Agar tidak buang-buang waktu memikirkan apa yang mau dikerjakan, buat dulu perencanaan misalnya dimulai dengan jogging 15 menit, lalu sepeda statis 10 menit, angkat beban 10 menit.

8. Sesekali lupa tak mengapa

Ketika persiapan sudah matang, rencana juga sudah tersusun dengan baik tetapi pelaksanaanya lupa kadang-kadang bisa membuat patah semangat dan tidak mau lagi membuat rencana olahraga untuk pagi berikutnya. Jangan terjebak pada kondisi ini, sesekali beri kesempatan untuk melakukan kesalahan asal jangan diulangi lagi di hari berikutnya.

kawitan olahraga ti ayeuna, lawan rasa haroreamna. Mugia mangpaat sobat.
, ,

Google Translate Basa Sunda



Sekarang Google Translate atau Google Terjemahan sudah mendukung terjemahan ke atau dari Basa Sunda. Google menambahkan 10 bahasa baru termasuk Basa Sunda. Menurut Google Basa Sunda digunakan oleh sekitar 39 juta penutur, euleuh geningan loba pisannya.

Basa Sunda merupakan bahasa ibu atau basa indung masyarakat Sunda. Jumlah penutur Basa Sunda di dunia ternyata lebih banyak dari penutur Basa Belanda. Di Indonesia Basa Sunda merupakan bahasa daerah terbesar ke dua penuturnya. Basis penutur Basa Sunda terbesar merupakan wilayah Jawa Barat dan sekitarnya seperti DKI Jakarta, sebagian Jawa Tengah dan Lampung.

Tidak hanya di Indonesia, Basa Sunda juga dituturkan oleh komunitas-komunitas Urang Sunda yang tersebar di mancanegara. Tah, urang salaku Urang Sunda ulah ngantep kana basa sorangan, tuh Google wae geus milu miara basa Sunda, piraku Urang Sundana sorangan bet sok era. Ulah isin nyarios ku Basa Sunda.

Google tangtu wae moal bisa ngajalankeun panarjamahan basa anyar tanpa ayana komunitas panarjamah. Sanajan sistem mesin panarjamah Google mampuh diajar tina panarjamahan nu kapanggih di internet, Google tetep butuh pangrojong ti jalma nyata pikeun ningkatkeun kamampuh algoritma (kode) panarjamahna. Ku kituna pikeun basa Sunda, mun urang aya karep pikeun mantuan Google, mantuan nyundakeun dunya, tangtu kacida dipiharepna. (dirojong ti Sarwa Sunda)

Secara internasional Basa Sunda bernama Sundanese. Berikut tampilan Google Terjemahan Basa Sunda. 




Google Translate engineering team says : "Sundanese (Basa Sunda) is spoken on the island of Java in Indonesia by 39 million people. While Sundanese does have its own script, it is today commonly written using the Latin alphabet, which is what our system uses." 

Googel translate sekarang memiliki 90 bahasa yang bisa diterjemahkan. Tidak hanya Google Terjemahan yang mendukung Basa Sunda, Fitur Google yang lainnya juga mendukung Basa Sunda seperti Google Search, Google Chrome dan Gmail. Untuk Gmail atau Google Chrome perubahan ke Basa Sunda ada di pengaturan email kemudian pilih bahasa dan pilih Sundanese atau Basa Sunda. Urang Sunda kudu reueus kana basa na sorangan, basa teh ciciren hiji bangsa!

Rabu, 01 Oktober 2014

8 Cara Agar Lebih Kreatif dan Produktif



Ketika rekan kerja anda setiap hari menikmati secangkir kopi bersama-sama di ruang istirahat, anda bahkan tidak memiliki waktu sedikitpun untuk menelepon dokter anda. Ketika mereka sedang menikmati makan siang mereka, sementara anda harus bergegas makan di meja kerja anda. Terdengar sangat akrab di telinga anda? Berita bagusnya: Perbedaan yang mencolok ini tidak berarti bahwa anda memiliki beban kerja yang lebih berat atau anda adalah seorang pekerja keras. Tetapi, dapat berarti bahwa mereka telah menguasai keahlian menghemat waktu dan juga memiliki kebiasaan yang tidak anda miliki – sampai sekarang. Dengan memprioritaskan beban kerja anda dengan mempelajari project mana yang tidak harus sempurna, bacalah dan temukanlah delapan kebiasaan tempat kerja yang akan meningkatkan produktifitas dan menekan tingkat stress anda.

1. Mereka membuat istirahat sebagai sebuah jadwal.
Banyak orang berpikir bahwa bekerja secara terus menerus berarti produktif, tetapi kecuali ketika otak anda sedang bekerja pada tingkat yang maksimal, anda tidak melakukan pekerjaan sebanyak yang anda pikirkan. “[Beristirahat] seperti menekan tombol ulang. Istirahat membantu anda untuk mengosongkan ‘keruwetan otak’ sesaat sehingga anda memiliki ruang untuk mengisinya kembali,” kata Christine Hohlbaum, pengarang dari Kekuatan Lambat: 101 Cara untuk Menghemat Waktu di Dunia kita yang Berjalan 24/7 [24 jam per hari, 7 hari per minggu].

Pertama-tama dan yang penting, dia meyarankan untuk makan siang setiap hari – dan tinggalkan meja kerja anda. “Ketika anda ‘makan sambil bekerja,’ hal tersebut tidaklah efisien. Pada beberapa titik anda akan hilang konsentrasi,” katanya. Pada akhirnya, makan sambil bekerja akan membuat anda rugi dalam dua hal: anda tidak mampu berkonsentrasi pada makanan anda – anda mungkin akan makan berlebihan – dan anda juga tidak dapat berkonsentrasi penuh pada kerjaan anda. Sebagai tambahan atas istirahat makan siang, Hohlbaum juga menyarankan untuk mengalokasikan waktu untuk istirahat lainnya. Dia merekomendasikan untuk istirahat lima menit pada pagi hari, sebelum bekerja, dan setidaknya 10-15 menit istirahat pada sore lain. Anda dapat berdiri dari kursi anda dan berjalan sebentar, membaca buku atau hanya memandang keluar dari jendela dengan ditemani oleh secangkir teh, hal ini akan dapat membantu anda bersemangat lagi dan memperbaiki produktivitas anda.

“Sangat penting untuk beristirahat karena tanpa itu, otak anda akan mencapai titik jenuh,” kata Hohlbaum, sembari menjelaskan bahwa ketika otak mencapai titik jenuh, kita akan sangat sulit untuk berkonsentrasi bahkan ketika menghadapi tugas yang gampang. ”Pada titik jenuh tersebut, anda perlu menjauh dari komputer anda dan beristirahat.”

2. Mereka memulai hari mereka dengan benar
Menurut penelitian baru-baru ini di Universitas Ohio, jika karyawan berada pada kondisi mental yang buruk ketika mereka tiba di tempat kerja – apakah karena masalah keluarga atau kondisi jalan yang stress – hal ini dapat mengurangi produktivitas harian mereka sebanyak 10%. Dengan demikian, hanya ketika anda tiba di kantor dengan mental yang bagus (dan siapa yang tidak?), mulailah hari anda dengan 5 hingga 10 menit untuk meredakan diri anda. “Ciptakanlah ritual. Mungkin bertemu dengan rekan kerja anda di kantin atau berkeliling kantor dan menyapa rekan-rekan kerja anda. Tidak masalah apapun yang anda kerjakan, sepanjang anda berusaha untuk meningkatkan koneksi dengan rekan-rekan kerja anda.” Kata Holhbaum. “Berkeliling dan menyapa rekan kerja anda memberikan anda rasa fokus. Ketika anda merasa anda adalah bagian dari upaya yang lebih besar, anda akan merasa lebih terhubung dan dapat membuat perubahan dalam dunia ini.” Berfokus ulang pada pikiran anda untuk memulai hari anda juga akan menciptakan rasa tenang, membantu anda untuk melupakan hal yang stress sehingga anda akan mulai dari nol lagi untuk hari tersebut. “Jika kita dapat memulai hari kita dengan terfokus, kita dapat memiliki periode toleransi yang lebih panjang sebelum kita keluar jalur,” kata Holhbaum.

3. Mereka memilih makanan yang menyehatkan.
Anda adalah apa yang anda makan, dan makan siang yang berat seringkali akan membuat anda merasa lesu sepanjang sore. “Pikirkanlah apa yang anda harus makan untuk makan siang anda. Jika anda sering merasa lesu pada siang hari jam 2, dan memerlukan cemilan untuk bersemangat kembali, mungkin anda harus mencoba salad atau sesuatu yang lebih ringan sehingga anda tidak akan lesu,” demikian disarankan oleh Hohlbaum. Kuncinya adalah mempertahankan kadar gula anda pada tingkat yang stabil sepanjang hari, menurut Kari Kooi, RD, ahli gizi perusahaan pada Rumah Sakit Methodist di Houston, juga merekomendasikan tiga jenis makanan ringan dan dua snack pada interval tertentu.”Makan siang yang berat, terutama yang banyak mengandung terlalu banyak daging, akan membuat anda merasa lesu karena diperlukan energi yang lebih banyak untuk mencernanya. Seluruh energi dipusatkan ke perut, bukan ke otak,” kata Kooi. “[Makan siang berkualitas] terdiri dari makanan yang kaya serat karbohidrat, seperti sayur-sayuran kaya air, protein, seperti ayam atau ikan,” katanya. Dan apa yang disarankan oleh Kooi untuk dihindari? “Makanan yang diproses, seperti makanan beku dari supermarket, tidak akan memberikan energi yang cukup yang anda perlukan. Makanan yang semakin sedikit diproses akan semakin baik, ketika kita berbicara tentang meningkatkan tingkat energi.” Ketika anda mencapai kelesuan, Kooi menyarankan untuk makan makanan berprotein seperti kacang-kacangan dan buah-buahan daripada makan pretzel, kue atau permen, yang akhirnya akan membuat gula darah anda meningkat tajam dan kemudian merosot, sehingga akan membuat anda semakin lapar, demikian Kooi menyarankan.

4. Mereka memiliki daftar kerja yang fleksibel.
Membuat daftar kerja setiap hari adalah cara yang sangat bagus untuk menyelesaikan pekerjaan anda. Akan tetapi, ada satu kelemahan – daftar kerja dapat membuat anda tidak fleksibel. “Banyak orang merasa hari mereka kacau jika mereka harus merubah rencana mereka, tetapi orang yang paling efektif mengerti bahwa itu adalah bagian dari pekerjaan mereka,” kata Vicki Milazzo, pengarang dari Wicked Success Is Inside Every Woman (Sukses Fantastis Berada dalam Diri setiap Wanita). “Saya selalu memulai diri saya dengan sebuah rencana, tetapi pada jam 9 pagi, semua rencana saya akan berubah.” Akan tetapi, menurut Paula Rizzo, seorang pembuat daftar professional dan pendiri dari ListProducer.com, sangatlah penting untuk membuat daftar yang harus dikerjakan, meski bagaimanapun rencana anda akan berunah. Sebagai contohnya, Rizzo memulai harinya dengan sebuah daftar utama, yang akan secara terus menerus dia ubah sepanjang hari untuk mencatat apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan atau untuk menambah daftar tugas. Sebelum pergi kerja, Rizzo akan membuat daftar baru untuk keesokan harinya. Kuncinya, katanya, mencatat daftar perubahan sepanjang hari untuk tetap menjaga dirinya berada dalam jalur. “Hanya dengan sedikit ekstra kerja akan membuat anda berada dalam jalurnya.”

5. Mereka menggunakan teknologi dengan tepat.
Dalam dunia masa kini dengan akses tanpa henti, sangatlah sulit untuk melepaskan diri pada teknologi yang digunakan. Ketika mustahil untuk menghindarinya, anda dapat mendisiplinkan diri anda pada berapa jam yang anda dapat habiskan untuk menelusuri situs internet. Tetapkan jam tertentu, katakanlah 15 menit setelah makan siang, untuk menelusuri situs jejaringan sosial anda atau situs favorite anda – dan taatilah. Atau cobalah sesuatu seperti situs blocker Google Chrome, yang mengizinkan anda untuk membuat batasan atas waktu browsing anda dengan cara memblock laman favorite anda atau membatasi waktu waktu tertentu dimana anda dapat membukanya. Sebagai tambahan dari menelusuri situs internet, sangatlah penting juga untuk mengamati kebiasaan email anda. Apakah anda mengizinkan diri anda 15 hingga 30 menit setiap hari untuk memeriksa email pribadi anda, ataukah anda memeriksa email anda pada waktu singkat diantara setiap tugas. Holhbaum berkata kuncinya adalah sadar akan waktu yang anda habiskan untuk memeriksa email yang tidak berhubungan dengan pekerjaan anda. “Buatlah batasan yang jelas antara apa yang bersifat pribadi dan apa yang merupakan pekerjaan. Jika mengecek email pribadi merupakan selingan untuk keluar sebentar dari pekerjaan anda, hal tersebut tidaklah masalah. Tetapi anda harus jelas dan sadar atas apa yang anda kerjakan. “Bahkan email yang berhubungan dengan pekerjaan juga dapat menjadi sebuah gangguan jika tidak ditangani secara benar. Tanyalah pada diri anda sendiri, apakah email adalah metode terbaik untuk berkomunikasi, atau alangkah lebih baik jika anda langsung menelepon orang yang bersangkutan.” Mengirimkan 100 email tidak selalu menjadi yang paling produktif. Dan kita tahu, email akan melahirkan email lainnya. Mereka seperti kelinci kecil,” gurau Hohlbaum. “Jika itu adalah komunikasi satu arah, sebagai contohnya memforward jadwal perjalanan tiket pesawat, yang mana anda tidak memerlukan jawaban. Akan tetapi jika anda memerlukan penjabaran atau anda ingin orang tersebut segera menjawab email anda, teleponlah,” katanya.

6. Mereka menyeimbangkan beban kerja mereka.
Tugas yang berbeda memerlukan tingkat konsentrasi yang berbeda, yang mana anda dapat pergunakan untuk keuntungan anda. Mulailah dengan mengidentifikasi – dan menempatkan – tugas anda dalam kategori: tugas ringan dan tugas berat. Tugas ringan adalah kecil, dapat diatur seperti mengatasi email, telefon dan tugas organisasi yang kecil. Tugas berat adalah tugas yang memerlukan periode konsentrasi yang panjang, seperti tugas managemen, membuat presentasi menulis atau mengedit. “Tugas rutin yang beragam seperti halnya rumput liat di kebun anda; kita semua memilikinya, dan tidak perduli seberapa sering anda berusaha untuk memotong rumput liar tersebut, mereka tidak pernah akan habis,” kata Milazzo. “Akan tetapi mereka perlu ditangani, dan menghilangkan beberapa rumput liat dapat memberikan waktu istirahat dari pekerjaan yang berat.” Milazzo menyarankan untuk membagi sesi panjang dari tugas berat dengan interval 15-30 menit untuk mengerjakan tugas ringan. Dengan cara ini, anda akan menyelesaikan beragam tugas tanpa mengabaikan salah satu jenis pekerjaan.

7. Mereka menempatkan kesempurnaan pada tempatnya.
Ketika kita sejak taman kanak-kanak telah ditekankan untuk memberikan hasil tugas yang sempurna, perilaku semacam ini dapat menjadi sebuah hal yang kontraproduktif jika tidak ditangani dengan benar. Sangatlah penting untuk memilih medan tempur anda. “Wanita, secara alami, memiliki sifat sempurna,” kata Milazzo. “Maka kita perlu untuk memilah apa yang memerlukan kesempurnaan,” katanya. Tentu saja, anda ingin memberikan yang terbaik dalam segala situasi, tetapi jika anda terjebak pada masalah waktu, buatlah prioritas. Contohnya, jika anda menulis memo internal atau email kepada rekan kerja, reviewlah dengan cepat, periksa ejaan anda, tetapi jangan membacanya berulang ulang hingga tiga kali. Dan jika anda sedang membuat brosur untuk perusahaan anda atau membuat presentasi penting, maka itulah saatnya bagi anda untuk memberikan semua sifat kesempurnaan anda untuk digunakan.

8. Mereka tahu bagaimana berkata “tidak”
Sangatlah mudah untuk terganggu atau kewalahan di tempat kerja. Tetapi salah satu rahasia sukses dari orang-orang yang produktif adalah mereka belajar kapan dan bagaimana berkata “tidak.” Untuk pemula, berkata “tidak” kepada para pengeluh, atau orang-orang yang mengganggu. Salah satu cara untuk melakukannya, menurut Rizzo, adalah dengan memakai headphone. “Ini akan mengirimkan pesan bahwa anda sibuk disamping juga akan mengurangi suara-suara berisik,” katanya. Ketika anda harus berkata “tidak” kepada atasan anda, lakukan dengan ringan tetapi tegas. Anda tidak harus memberikan segudang alasan, tetapi mintalah atasan anda untuk memberikan prioritas apa yang paling penting dalam segala tugas anda.”Ketika karyawan melakukannya, atasan biasanya akan kembali berpikir dan mengerti,” kata Milazzo. “Anda tidak ingin membuat atasan anda menjadi musuh anda, anda ingin atasan anda mengerti anda siap untuk perusahaan anda, dan anda siap untuk melakukan yang terbaik bagi mereka. Jika mereka mengerti, mereka akan mendengarkan anda.”

Jumat, 26 September 2014

Kiat Mengatasi Amarah





Diriwayatkan dari Abu Hurairahbahwasanya ada seseorang berkata kepada Nabi Saw. “Berilah saya nasihat.” Kemudian beliau bersabda, “Janganlah marah.” Orang itu terus mengulang-ulang permintaannya dan beliau tetap menjawab, “Janganlah marah.” (HR. Bukhari).
Jika kita ingin menjadi orang mulia, maka kendalikanlah amarah. Kita ingin menjadi ahli surga, salah satu kuncinya adalah mengendalikan amarah. Jika kita adalah seorang pemimpin, maka janganlah kita mudah marah. Seseorang yang mudah mengumbar amarah, akan semakin jauh dari keberhasilan.
Seorang suami pemarah akan merusak suasana rumah tangganya. Istri akan merasa tertekan dan anak-anak pun akan menjadi korban. Mereka bahkan bisa depresi karena suasana yang tidak nyaman di rumahnya, tempat yang seharusnya menjadi tempat paling aman dan nyaman bagi mereka. Apalagi yang biasanya menjadi target pelampiasan kemarahan seorang suami adalah istri dan anak-anaknya. Jika seorang suami bersikap demikian, maka sesungguhnya ia sudah berbuat dhalim dalam mengemban amanah sebagai pemimpin keluarga.
Rasulullah Saw bukanlah seorang pemarah. Beliau adalah pribadi yang sangat dicintai keluarganya, sahabat-sahabatnya, dan umatnya karena keluhuran akhlaknya. Rasulullah Saw adalah pribadi yang penuh kelembutan dan kasih sayang. Hubungan beliau dengan sesama dijalin atas dasar keimanan. Setiap masalah selalu diselesaikan dengan cara-cara terbaik. Beliau mendahulukan kebijaksanaan, bukan kemarahan.
Seorang pedagang yang emosional akan ditinggalkan pembeli dan banyak rugi karena keputusan bisnis diambil dalam keadaan penuh emosi, tanpa menggunakan logika sehat. Jika demikian, saat terjadi suatu kesalahan, maka dia akan mencari kambing hitam. Dia akan menyalahkan orang lain atas kesalahan yang dilakukannya sendiri.
Seorang pemimpin yang ingin menjalin hubungan sinergis dan harmonis dengan masyarakat yang dipimpinnya, perlu memiliki kemampuan dan kemauan mengendalikan potensi amarahnya. Seorang anak yang ingin sukses dalam pendidikan dan ingin disayangi oleh kedua orang tuanya, ia pun perlu memiliki keterampilan untuk terbiasa tidak mudah mengumbar amarah.

Cara Mengendalikan Amarah
Pertama, andaipun harus marah, maka marahlah dengan cara sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw.. Yaitu, marah yang benar, tegas dan santun. Insya Allah, marah dengan cara yang demikian akan memberikan jalan keluar terhadap permasalahan yang tengah dihadapi.
Kedua, bersikaplah tawadlu dan jangan banyak keinginan. Karena di saat kita banyak keinginan, maka akan banyak sekali kemungkinan-kemungkinan kita akan merasakan kekecewaan yang berlanjut kepada kemarahan. Yaitu, saat keinginan-keinginan kita itu tidak terpenuhi.
Bukan berarti tidak boleh memiliki keinginan. Melainkan maksudnya adalah bahwa kita harus selalu siap menghadapi segala kemungkinan. Karena tidak setiap keinginan kita akan terwujud. Semakin ingin dihargai, dihormati, dipuji, dikagumi, diberi balas budi, akan semakin sering sakit hati dan ngambek.
Ketiga, ucapkanlah, “`A’udzubillahi minasy syaithaanirrahjiim” (Aku berlindung kepada Allah, dari godaan syaitan yang terkutuk.). Karena kemarahan itu adalah bentuk hasutan syaitan.
Sulaiman Ibnu Sard RA. meriwayatkan, “Pernah dua orang yang saling mencerca satu sama lain di hadapan Rasulullah Saw.. Sementara itu, kami sedang duduk di sisi beliau. Salah seorang dari mereka menghina yang lainnya dengan diiringi kemarahan, hingga merah mukanya. Maka, Rasulullah Saw. bersabda,
“Aku mengetahui suatu kalimat yang jika diucapkan olehnya (orang yang sedang marah), maka akan hilang kemarahannya. Hendaklah dia berkata, “A’udzubillahi minasy syaithanir rajim (Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk).” (HR. Bukhari Muslim)
Keempat, diamlah sejenak. Jangan bereaksi dahulu ketika amarah terasa bergejolak. Karena akhlaq itu adalah respon spontan. Sebagai contoh, saat kita keluar dari masjid dan kita mendapati sandal kita raib dari tempatnya, ada orang yang secara spontan langsung mengungkapkan kejengkelan dan kemarahannya bahkan dengan kata-kata yang tidak baik.
Lebih baik diam sejenak sembari berpikir, ah barangkali sandalnya tertukar. Atau, oh barangkali sandalnya sedang dipinjam sebentar oleh seseorang yang tidak sempat memohon izin karena mendesak dan tidak tahu siapa pemiliki sandal itu. Atau,  oh barangkali sandalnya memang hilang ber­arti tanda akan punya sandal baru. Toh, tidak mungkin jika hal kehilangan itu menyebabkan dirinya jadi tidak punya sandal seumur hidupnya.
Rasulullah Saw. bersabda, “Apabila di antara kalian marah maka diamlah.” Baginda Saw. ucapkan sebanyak tiga kali.” (HR. Ahmad)
Kelima, sesuai dengan sunnah Rasulullah Saw., apabila kita sedang dalam keadaan marah yang tidak juga bisa reda dengan sikap diam, maka apabila keadaan kita sedang berdiri, duduklah. Jika dengan duduk masih juga belum bisa reda, maka berbaringlah. Tentu saja bukan berarti harus berbaring di sembarang tempat. Maksudnya adalah, ketika amarah ma­sih belum juga reda, carilah situasi yang lebih bisa me­nenangkan dan menentramkan hati.
Rasulullah Saw. bersabda, “Jika salah seorang kalian marah dan dia dalam keadaan berdiri, maka hendaklah duduk. Jika masih belum reda marahnya, maka hendaklah berbaring.” (HR. Ahmad).
Hal ini karena marah dalam keadaan berdiri lebih besar kemungkinannya untuk melakukan keburukan dan kerusakan daripada dalam keadaan duduk. Sedangkan berbaring lebih jauh aman daripada duduk dan berdiri.
Keenam, ambillah wudhu. Air wudhu insya Allah akan menentramkan hati yang panas dibakar amarah.
Rasulullah Saw. bersabda,  “Sesungguhnya, kemarahan itu berasal dari syaitan. Dan syaitan  tercipta dari api. Dan sesungguhnya, api itu dapat dipadamkan dengan air. Jika salah seorang diantara kalian marah, maka berwudhulah.”  (HR. Ahmad dan Abu Daud).
sumber klik disini 

Senin, 22 September 2014

Pentingnya Membangun Bangsa Dari Keluarga




Keluarga merupakan institusi paling tua dan paling dasar dari semua institusi manusia. Dari keluarga budaya seseorang terbentuk. Dari keluarga juga seseorang terlahir dan tumbuh dengan karakternya. Seiring dengan waktu, sebuah pemerintahan sering berganti dan hilang. Namun demikian keluarga disana tetap bertahan. Keluarga telah bertahan selama jutaan tahun, unit keluarga merupakan sarana paling efektif dalam membuat peraturan dan kesinambungan sosial. Unsur-unsur didalam keluarga sangatlah berarti dalam membentuk kehidupan berkeluarga.

Keluarga besar terbentuk dari adanya keluarga kecil. Bersatunya kedua insan manusia dalam satu ikatan pernikahan suci telah melahirkan sebuah keluarga kecil itu, lengkap dengan buah dari pernikahannya. Dalam membentuk buah pernikahan itu menjadi sosok idaman keluarga dan masyarakat, tentu membutuhkan lingkungan pendukungnya. Keluarga kecil dan bahagia merupakan idaman bagi setiap manusia. Karena kebahagiaan keluarga kecil nantinya akan membentuk kebahagian keluarga besar . Pertanyaan yang sering muncul dari benak keluarga baru adalah bagaimana membentuk keluarga kecil bahagia tersebut.

Dalam mewujudkan hal itu tentu tidak semudah mengatakan dan mengira. Banyak kerikil-kerikil kecil dan beragam rintangan dalam setiap langkah perjalanannya. Keserasian dua insan manusia itu sebagai orang tua harus terus terbangun dengan baik. Tanpanya, keluarga kecil bahagia hanyalah mimpi. Selain itu buah pernikahan mereka akan menjadi korban nyata dan berkelanjutan jika kedua insan itu tidak mampu menjalankan bahtera kehidupan keluarga kecilnya.

Peran kedua Orangtua dalam membangun karakter keluarga sangat penting. Mereka berhak menentukan lingkungan pendidikan bagi keluarganya. Lingkungan itu adalah cerminan masyarakat yang akan terbentuk.  Lingkungan keluarga positif tentu akan menghasilkan masyarakat harmonis.  Jika tidak, tentu akan sebaliknya. Oleh karena itu keluarga berperan penting dalam keberlangsungan bangsa. Jadi, membangun bangsa diawali dari membangun keluarga yang baik. Keluarga sehat, rakyat sejahtera ,bangsa berjaya. (Kang Agung)

Kiat Mengatasi Hambatan Menulis


Langkah awal untuk menuju terampil menulis adalah mengatasi ”hambatan menulis”, yakni kondisi yang menyebabkan seseorang tidak (bisa) menulis. Dalam bahasa Inggris, hambatan menulis disebut Writer”s Block, Obstacle to Writing, dan Writing Anxiety.
”Malas” dan ”tidak menguasai topik” biasanya berada di urutan teratas daftar hambatan menulis. Tidak sempat (kendala waktu), bingung memulai, takut jelek, dan ”suka tidak fokus” adalah hambatan menulis lainnya.
Hambatan ”malas” dapat diatasi dengan memotivasi diri atau ”dipaksa”. Motivasi diri bisa dengan mengingat dan “menikmati” risiko menulis, seperti ”populeritas”, ada ”berkah” honor tulisan atau royalti, sehat (karena menulis itu menyehatkan jiwa-raga), “self branding” atau “self promotion” (meningkatkan citra diri), sharing (berbagi) wawasan atau ilmu (sedekah ilmu), dan niat terbaik… dakwah via tulisan (da’wah bil qolam/bil kitabah).
Hambatan lain adalah ”tidak punya ide”. Itu persepsi yang salah karena ide ada di mana-mana. Jika tidak tahu harus menulis apa, solusinya antara lain dengan ”Iqra’”, membaca, yakni dengan menermati peristiwa aktual, mengkritisinya, menanggapinya, dan tuliskan opini kita tentang peristiwa atau isu tersebut.
Soal waktu, semua orang memiliki waktu 24 jam per hari. Jadi, masalahnya hanya soal ”manajemen waktu”, yakni meluangkannya untuk menulis. Orang yang termotivasi untuk menulis akan meluangkan waktu untuk menulis, sesempit apa pun waktu yang teralokasikan itu.
Tidak menguasai topik adalah hambatan berikutnya. Kiranya, itu bukan lagi hambatan karena ada begitu banyak literatur, buku-buku, bahkan ”data online” di internet tinggal sekali klik.
Susah memulai adalah hambatan lainnya. Salah satu teknik mengatasinya adalah simpan tema secara tertulis (tidak disimpan dalam ingatan), lalu menuliskan judul sementara, membuat outline atau garis besar tulisan, dan melakukan ”nulis bebas” (Free Writing).
Free Writing adalah menyusun naskah awal atau naskah kasar (composing rough/first draft). Tekniknya, menuliskan saja apa yang ada di pikiran, yang ingin disampaikan, dan mengabaikan dulu akurasi ejaan, kata, kalimat, dan data. Yang penting, tuliskan! Setelah itu, tulis ulang, revisi, dan edit –perbaiki kata, ejaan, kalimat, dan sistematika tulisan berdasarkan outline yang sudah disusun sebelumnya.
“Bingung dari mana mulainya” juga termasuk hambatan menulis. Banyak penulis pemula mengalaminya. Salah satu solusinya, awali tulisan itu dengan menuliskan kata yang menjadi tema atau objek kajian. Misalnya, tema tentang “Bandung Kota Agamis” bisa diawali dengan “Bandung adalah kota….” atau ”Kota Agamis adalah….”.
Tulisan tentang keislaman lebih mudah lagi, yaitu awali dengan ta’rif (definisi), kutipan ayat Quran atau hadits, dilanjutkan dengan ”penafsiran” atau komentar penulis tentang definisi atau ayat/hadits tadi.
Hambatan lain, ”takut tulisan jelek”. Tidak ada tulisan jelek selama ide dan isi tulisannya orisinil hasil pemikiran penulis. Tulisan jelek hanyalah hasil plagiarisme (plagiat, mencontek karya tulis orang lain).
Jika menulis untuk dimuat di media massa, jangan khawatir, di media massa selalu ada editor yang bertugas menyeleksi dan memperbaiki (mengedit) naskah sebelum dimuat. Jadi, urusan bagus-tidaknya sebuah tulisan sebenarnya bukan urusan penulis, tapi itu urusan editor yang tugas utamanya menyeleksi dan memperbagus tulisan. Wallahu a’lam. (www.romeltea.com).*
Ditulis oleh : ASM Romli